Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026, Tertinggi sejak 2020
- Redaksi
- Selasa, 02 Juni 2026 21:22
- 28 Lihat
- Nasional
Jakarta, Media Budaya Indonesia.Com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan.
Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan tren positif tersebut menunjukkan sektor pariwisata nasional terus mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang kuat.
“Capaian kunjungan wisman Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).
BPS juga mencatat mayoritas wisman masuk ke Indonesia melalui angkutan udara pada periode Januari-April 2026. Adapun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi pintu masuk paling banyak, mencapai 2 juta kunjungan.
*Tingkat Penghunian Kamar Hotel*
Sementara itu, data BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Indonesia pada April 2026 mencapai 37,08 persen. Angka ini naik 3,80 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m) dan meningkat 0,33 persen poin dibandingkan April 2025 (y-on-y).
TPK hotel dapat dibedakan menjadi TPK hotel bintang serta TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya.
*1. TPK Hotel Berbintang*
Pada April 2026, TPK hotel bintang tercatat sebesar 48,83 persen. Secara spasial, TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Bali sebesar 57,94 persen, diikuti oleh DKI Jakarta dan Kalimantan Barat, masing-masing sebesar 54,80 persen dan 53,76 persen.
Sementara itu, TPK hotel bintang terendah tercatat di Aceh, Papua Tengah, dan Bangka Belitung, masing-masing sebesar 24,35 persen; 29,58 persen; dan 30,39 persen.
Secara kumulatif Januari hingga April 2026, TPK hotel bintang mencapai 46,01 persen, naik 2,07 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2025.
Adapun peningkatan tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 13,38 persen poin, diikuti Kalimantan Barat sebesar 10,47 persen poin dan Maluku sebesar 7,35 persen poin. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 5,76 persen poin.
*2. TPK Hotel Nonbintang*
Sedangkan untuk TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada April 2026 mencapai 24,96 persen. Secara spasial, TPK tertinggi tercatat di DKI Jakarta sebesar 38,09 persen, diikuti Kepulauan Riau sebesar 35,11 persen dan Bali sebesar 34,81 persen. Sebaliknya, TPK terendah tercatat di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 9,62 persen.
Secara kumulatif dari Januari hingga April 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 23,75 persen atau meningkat sebesar 0,51 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 7,72 persen poin, diikuti Gorontalo sebesar 6,38 persen poin dan Sulawesi Utara sebesar 4,88 persen poin.
Sementara itu, penurunan terdalam terjadi di Bali sebesar 4,72 persen poin, diikuti DKI Jakarta sebesar 3,47 persen poin dan Banten sebesar 2,47 persen poin.
(*)